Description

Ada rasa yang tidak hanya tinggal di lidah, tetapi juga menetap dalam ingatan. Dari dapur-dapur sederhana Bengkulu, lahir resep yang diwariskan dari tangan ke tangan, bersama cerita, kebiasaan, nilai, dan identitas budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Ngidang Betuah hadir sebagai ikhtiar untuk merekam dan menjaga warisan tersebut melalui perspektif gastronomi—bahwa kuliner bukan sekadar tentang makanan, tetapi tentang sejarah, pengetahuan, tradisi, dan jati diri sebuah masyarakat. Melalui penguatan budaya berbasis kuliner, resep dan cerita para maestro didokumentasikan agar tetap hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sebab, menjaga sebuah resep berarti menjaga lebih dari sekadar rasa. Di dalamnya ada ingatan dan identitas yang jika tidak diwariskan, perlahan dapat punah. Ngidang Betuah menjadi bagian dari upaya merawat warisan budaya Bengkulu melalui cita rasa, agar apa yang lahir dari dapur hari ini tetap menjadi cerita bagi generasi esok
Reviews
There are no reviews yet.